Buat yang doyan nulis tapi masih amatiran, tulisan ini “wajib” dibaca buat bekal menjadi penulis handal. Ada beberapa kesalahan dalam cara penulisan yang sering ditemui di internet maupun di buku cetak.
Pemakaian kata depan dan imbuhan “di”
Ini yang paling sering terjadi, ternyata banyak orang Indonesia yang tidak bisa membedakan mana “di” yang bertindak sebagai kata depan dan mana “di” yang bertindak sebagai imbuhan. “DI” sebagai KATA DEPAN adalah untuk memperjelas atau menunjukkan tempat, contoh: di Jakarta, di sana, di mana, di sini, dll.
Sedangkan “DI” untuk IMBUHAN biasanya digunakan untuk kalimat pasif dan diimbuhkan ke kata kerja contoh: dikerjai, ditampar, dilempar. Yang banyak terjadi adalah, pada saat harus menuliskan “di” sebagai imbuhan, si penulis malah menuliskan dengan format kata depan dan jg sebaliknya. Contoh : di lempar, dijakarta, mobil ini di jual, dsb.
Pengunaan tanda (.) titik untuk singkatan nama
Tanda titik bisa juga digunakan untuk menunjukkan singkatan, contoh: ada seseorang yang bernama Bams Sok Ganteng. Kalau ingin disingkat, kita bisa menuliskan dengan Bams S. Ganteng. Akan tetapi, kasus salah tulis yang sering terjadi adalah: Bams. S Ganteng
Imbuhan dan akhiran yang digunakan bersamaan
Kadang ada kata2 yang menggunakan awalan dan akhiran yang digunakan secara bersamaan, seperti: Mencampuradukan, Ketenagakerjaan, dll. Tetapi sering terjadi kesalahan penulisan dengan memisahkan kedua kata tersebut, contoh: mencampur adukan, ketenaga kerjaan, dll.
Menggunakan bahasa slank yang kurang tepat
Akhir2 ini sy paling sebel mendengarkan kata “secara” karena kata “secara” ini sering digunakan dengan kalimat yang tidak benar atau kurang tepat. Contoh: “secara gw itu ganteng”, “secara dia tuh pemilik kosan”, “secara tubuh tuh tumbuhnya ke atas, bukan ke samping (diiklankan lagi), padahal kata “secara” ini adalah untuk menjelaskan “cara” dari sesuatu. Contoh pemakaiannya yang benar: “Dimasukkan secara perlahan-lahan agar tidak sakit (jangan ngeres loh:))”, “Dia mengeluarkan sesuatu dari sakunya secara cepat.”
Buat yang sering memakai kata “secara” bukan pada tempatnya, “tobat” deh secepatnya, sudah salah pake ditebelin lagi… Jaka Sembung mecahin botol, Kagak nyambung tolol!
Sumber: http://forum.detik.com/showthread.php?p=5194887